Bekal Hidup

Bekal Hidup

 

  • Ayahanda  Mujiburrahman Said :

 

Belajar itu dari keterbatasan bukan dari ketresediaan, kalau kamu belajar dari ketersediaan itu bukan belajar tapi menikmati.”

 

“Apa yang kamu lihat, dengar dan kamu rasakan adalah pelajaran.

Kamu dihukum ( dibotak, dijemur ngantri makan/mandi dsb.) adalah pelajaran untuk mu Nak”.

“ Tinggikan rasa kepengurusan, sadarlah kalian adalah pengurus! Laporkan teman mu yang tidak punya rasa kepengurusan.”

“ Berhati-hatilah kamu Nak’, karena lingkungan dapat menyihirmu dan tujuan utamanya adalah hati.”

“ Janganlah kamu menjadi BEBEGIG, yang tidak mau bergerak kalau tidak digerakkan oleh angin.”

“ Ujian terberat adalah  ujian hidup Nak.”

“  Jangan الغلو  kamu Nak’ dengan UN”

“ Aura negatif itu menular”

“ Tujuan kamu belajar di pondok ini adalah mencari ridho orangtua Nak.”

“ Kesalahan orang adalah mengidolakan orang ketika masih hidup karena suatu saat kamu dapat membencinya, bahkan kebaikan-kebaikan yang pernah dia lakukan juga kamu benci.”

  • Ustad Mahsun         :

“ Seseorang itu punya keajaiban, keajaiban itu tidak terhingga. Dan itu akan menjadikan anda sukses, jangan mengisi kehidupan  dengan kematian, tapi  isilah dengan kehidupan.”

“ Laut yang terlihat santai, tapi kalau kau masuk kedalamnya niscaya kau akan tenggelam, maka berhati-hati lah. Sesuatu yang sebenarnya tidak baik terkadang disampaikan dengan kata-kata yang indah”

                      “ Orang yang sukses itu tidak menunjukkan kelemahannya.”

 

“ Perempuan mah paling geh gak bakal jauh-jauh dari dapur sama ngurusin keluarga, gak usah sekolah tinggi-tinggi! ( pemikiran orang primitif ),

Ngurusin rumah juga dengan ilmu pengetahuan, kalau ia berpendidikan tinggi maka ngurusin keluarga juga pasti lebih baik dan berkualitas.”

 

  • Ustad Tedi

 

Kesempatan itu harta sebenarnya”

“ jika tidak bisa mengikuti kata orang lain, maka ikuti kata hatimu.”

“ Allah tidak suka orang tidak tahu diri, kenalilah dirimu,”

”Rasulullah berkata, lebih baik memegang bara api ketimbang menyentuh yang bukan muhrim kita. seorang wanita harus menjaga muniahnya. jaga sikap sama laki-laki, kamu berani laki-lakipun berani!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *