Sejarah

gen1Generasi Pertama dan Kedua

Sekitar tahun 60-an tepat di kampung Pasirmanggu desaDahu terdapat sebuah  pondok pesantren salafi/tradisionalyang dipimpin oleh seorang tokoh kharismatik bernama KH.Asraf bin H. Aspi. Konon pesantren ini cukup terkenal,dibuktikan dengan jumlah santri yang belajar di pesatrentersebut cukup banyak dan berasal dari beberapa daerahseperti, Serang, Cilegon, Lebak, Pandeglang, bahkanbeberapa santri ada yang berasal dari Karawang danLampung

Pada tahun 1967, KH. Asraf bin H. Aspi wafat danmeninggalkan 12 orang putra. 7 laki-laki dan 5 perempuan.Sepeninggal beliau pesantren besar ini kehilangan tokohyang menjadi figur seluruh santri dan masyarakat.Kekosongan figur dan  pimpinan pondok inilah yangmenyebabkan para santri berpindah ke pondok pesantrenlain.

Sebelum KH. Asraf bin H. Aspi  meninggal, beliau sempatberwasiat kepada 7 orang putranya agar suatu saat nantiputra-putranya dapat meneruskan perjuangan beliau dalammembina ummat dan mendidik generasi islam yangberakhlaq mulia. Adalah Drs. KH. Mutawali Waladi putrabungsu dari 12 bersaudara yang mempelopori saudaranya untuk kembali melanjutkanperjuangan orang tua mereka dengan membangun lembaga pendidikan pesantren yangkemudian dikenal dengan Pondok Pesantren Modern Assa’adah.

Pada tahun 1985, atas dasar musyawarah keluarga, sesepuh dan tokoh masyarakat kampung Pasirmanggu, terbentuklah sebuah Yayasan dengan nama Yayasan Assa’adah – sesuai dengan nama tempat diadakannya musyawarah yaitu Masjid Jami’ As-Sa’adah – dan tercatat dalam akta notaris Mahmudah Rijanto no. 6 tanggal 5 Desember 1985.

Dan pada tahun 1989 Yayasan Assa’dah memulai operasional Pondok Pesantren Modern Assa’adah dengan mengelola dan menyelenggarakan pendidikan formal dan menerapkan sistem asrama. Pada perkembangannya dalam hal operasionalisasi kegiatan, Pondok Pesantren Modern Assa’adah mengacu kepada standar isi dan arahan dari Departemen Agama dan Depertemen Pendidikan Nasional dan berafiliasi kepada Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor dalam hal pembinaan kepribadian santri. Adapun tingkat pendidikan yang diselenggarakan pada saat itu adalah Madrasah Tsanawiyyah (MTs) dan Madarasah Aliyah (MA)

Pondok Pesantren Modern Assa’adah menerapkan sistem pendidikan modern, dimana para santri tidak hanya belajar ilmu dan kajian kitab-kitab klasik (kitab kuning) tetapi juga mengajarkan santri ilmu pengetahuan umum seperti Matematia, Biologi, Fisika, Kimia, Bahasa Inggris, Teknologi dan informasi dalan lain sebagainya. Dan format pelaksanaan proses pembelajaran dibuat classical dimana satri tidak lagi belajar dengan format sorogan.

Walaupun format proses pembelajaran didesign modern, namum Pondok Pesantren Modern Assa’adah dalam prakteknya tetap melestarikan budaya pesantren tradisional dengan tetap mengajarkan kajian kajian kitab-kitab klasik (kitab kuning) sebagai ciri khas pesantren di Indonesia

Generasi Ketiga

pimpinanPada tahun 2003, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Assa’adah Drs. KH. Mutawali Waladi meninggal dunia. Kurang lebih 18 (delapan belas) tahun beliau memimpin Pondok Pesantren Modern Assa’adah dari fase perintisan, fase operasional  sampai dengan fase pengembangan.

Beliau adalah sosok Kyai yang kharismatik, visioner dan energik, dalam kepemimpinannya beliau telah mampu membangun nilai-nilai pesantren berdiri kokoh sebagai pondasi awal yang akan terus dikembangankan dan diperjuangan.

Berkat perjuangan dan konsistensi (istiqomah) beliau, kini Pondok Pesantren ModernAssa’adah telah dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat khususya di provinsi Banten,pesantren yang telah mampu mencetak generasi islam yang yang beriman dan danbertakwa serta berakhlaqul karimah. Allahummagh fir lahu warhamhu wa’aafihi wa’fuanhu.

Sepeninggal almarhum, saat ini Pondok Pesantrendipimpin oleh KH. Mujiburrahman, S.Ag. Sosokkyai muda yang mewarisi nilai-nilai perjuangandan semangat ayahandanya. Beliau adalah putrapertama dari 5 (lima) bersaudara. Bersamadengan adik-adiknya beliau bertekad untukmelanjutkan perjuangan orang tua dan paraleluhurnya untuk mendidik membina kader-kaderummat yang memiliki kemampuan religik,akademik, ekonomi, sosial pribadi yangberwawasan global dan islami.