karya
Terapi Islam Melalui Hipnosholawat dalam Menangani Trauma Seorang Mahasiswa UINSA Korban Bullying.

Terapi Islam Melalui Hipnosholawat dalam Menangani Trauma Seorang Mahasiswa UINSA Korban Bullying.

ABSTRAK

Oleh: Ursilawati (Alumni Pondok Pesantren Modern Assa’adah Program Santri Berprestasi, dan Lulus dengan Predikat Cumlaude di UIN Sunan Ampel Surabaya),

Terapi Islam Melalui Hipnosholawat dalam Menangani Trauma Seorang Mahasiswa UINSA Korban Bullying.

Permasalahan yang diteliti dalam penelitian skripsi ini ada dua, yaitu

1) Bagaimana proses terapi Islam melalui hipnosholawat dalam menangani trauma seorang mahasiswa UINSA korban bullying? 2) Bagaimana hasil akhir terapi Islam melalui hipnosholawat dalam menangani trauma seorang mahasiswa UINSA korban bullying ?.

Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan jenis studi kasus, dan analisa data deskriptif komparatif. Peneliti melakukan wawancara, mengamati dan mempelajari secara terperinci, mendalam dan menyeluruh terhadap perilaku trauma yang dialami seorang mahasiswa UINSA korban bullying di masa SMA. Penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses terapi Islam melalui hipnosholawat dalam menangani trauma seorang mahasiswa UINSA korban bullying. Dan adapun untuk mengetahui hasil akhir dari pemberian terapi Islam melalui hipnosholawat ini peneliti membandingkan antara teori dengan pelaksanaan terapi hipnosholawat di lapangan, mengamati dan membandingkan kondisi klien sekaligus simtom-simtom trauma klien antara sebelum dan sesudah pelaksanaan terapi Islam melalui hipnosholawat.

Dari hasil penelitian menyimpulkan bahwa proses terapi Islam melalui hipnosholawat menggunakan tahapan hipnoterapi antara lain pre induksi, induksi, deepening, dan terminasi. Namun yang berbeda dalam hipnosholawat terdapat tawasul atau doa serta pelafalan sholawat tibbil qulub untuk menciptakan keadaan khusyu’ dan berpasrah kepada Allah pada tahap pre induksi. Serta penambahan tahap giving solution (follow up) di akhir sesi. Sehingga tahapan hipnosholawat menjadi pre induksi, induksi, deepening dan terapeutik, terminasi lalu terakhir giving solution (follow up). Adapun dalam pemberian sugesti pada hipnosholawat menggunakan nilai-nilai sirah suri tauladan Rasulullah. Dalam hasil akhir terapi ini dapat dilihat klien mengalami perubahan yang lebih positif, simtom-simtom trauma yang dirasakan mulai berkurang. Klien mampu mengelola emosi, pikiran dan perbuatan yang merupakan respon traumanya menjadi lebih baik dan positif. Klien mampu menerapkan nilai-nilai suri tauladan Rasulullah untuk mengatasi trauma yang dimiliki. Sehingga klien kembali menunjukkan kompetensi dirinya dan mampu mengaktualisasikan diri.

 

Kata kunci : Terapi Islam, Hipnosholawat, Trauma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share