Pembagian Hasil Evaluasi dan Apresiasi Santri Berprestasi Tahun Ajaran 2018/2019 di Ponpes Modern Assa’adah,Serang-Banten

Pasirmanggu, Serang (4/11/18). Kendaraan mulai berdatangan, baik sepeda motor maupun mobil. Di lapangan sepakbola tampak berderet mobil lebih dari 100 unit, belum termasuk mobil yang terparkir di lapangan sebelah masjid putra dan di lapangan Assalam putri, totalnya diperkirakan lebih dari 150 unit. Mereka yang mengendarai sepeda motor dan mobil tersebut adalah para orang tua dan keluarga santriwan/i Pondok Pesantren Modern Assaadah. Selain berasal dari berbagai kabupaten dan kota di wilayah Provinsi Banten, sebagian kecil dari orang tua santriwan/santriwati Assaadah bahkan datang dari luar Provinsi Banten terutama datang dari Pulau Sumatra. Diperkirakan santriwan/i Assaadah, khususnya untuk yang belajar pada jenjang SMP berjumlah lebih dari 300 santri. Sementara jika digabungkan secara keseluruhan sejak dari SMP, SMA dan MA maka jumlah santriwan/i Pondok Pesantren Modern Assaadah diperkirakan lebih dari 900 santri. Namun demikian, khusus pada hari Minggu, 04 November 2018 tersebut para orang tua santriwan/i yang berdatangan ke pondok adalah dalam rangka menghadiri Pembagian Hasil Evaluasi Mid Term dan Apresiasi Santri Berprestasi.
Lima hari sebelum kegiatan dilaksanakan, santriwan/santriwati melakukan latihan dan gladi yang meliputi gladi kotor hingga gladi bersih. Gladi kotor itu simulasi kegiatan yang terlihat masih menampakkan kesalahan-kesalahan untuk dikoreksi, sementara gladi bersih adalah simulasi kegiatan yang telihat sudah sempurna dan siap untuk ditampilkan. Pada hari pelaksanaan, kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB yang ditutup dengan do’a dan shalat Dzuhur berjamaah. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan antara lain: Tari Sa’bat, Volk Song dan Puisi, Marawis, Rampak Bedug, Gamelan dan penampilan para anggota Tahfidz Al-Qur’an. Setelah shalat Dzuhur dilaksanakan, dilanjutkan dengan pembagian Hasil Evaluasi Mid Term dilaksanakan di kelas masing-masing yang dihadiri oleh wali kelas, orang tua dan santriwan/i.

Pada saat pelaksanaan kegiatan, ketua panitia yang sekaligus menjabat sebagai Kepala SMP Plus Assaadah, yaitu Ustadz Iman Wahyudi, M.Kom. Beliau mengungkapkan bahwa dengan diadakannya kegiatan tersebut selain untuk membagikan Hasil Evaluasi Mid Term dan saling berbagi informasi mengenai perkembangan anak selama di pondok dapat juga dijadikan ajang silaturahmi bersama orang tua santriwan/i. Sementara itu Direktur Madrasatul Mualimin Al Islamiyah (MMI) yakni atap lembaga yang meliputi lembaga SMP, SMA dan MA; Ustadz Miftahul Hayat menjelaskan ikhwal lembaga MMI, program, kurikulum dan sistem pendidikan yang diterapkan di Pondok Pesantren Modern Assaadah dalam upaya mendidik santriwan/i sesuai tujuan mulia yang diharapkan. Sejalan dengan itu Pimpinan Pondok Pesantren Modern Assaadah, KH Mujiburrahman melengkapi keterangan yang telah dipaparkan oleh Direktur MMI dengan pandangan dan pembahasaan yang lebih sederhana. Bahwa sesungguhnya harapan setiap orang tua santriwan/santriwati ketika akan memasukkan anaknya ke pondok adalah agar anaknya jadi anak yang sholeh/sholehah dan memiliki adab dan berakhlakul karimah.

Pada kesempatan tersebut, seorang santriwan Kelas 1 SMP yang bernama Rafael (12) diminta oleh Kiai untuk memperagakan bagaimana adab ketika akan bertemu dengan orang tua atau ustadz/ustadzah.  Kiai juga berkesempatan untuk menguji secara langsung kemampuan hafalan santriwan dan diminta untuk membacakan Al Qur’an Surat An-Naba Ayat 1-40. Santriwan tersebut berhasil dalam ujian yang mendadak  itu. Ujar Kiai “sesungguhnya yang diharapkan oleh orang tua itu agar anaknya bisa mengaji. Kemudian akhir kegiatan dilakukan presentasi berupa pengukuran hafalan Al Quran para anggota Tahfidz sebanyak sekitar 30 santriwan/santriwati yang diuji oleh orang tua santri masing-masing dan pembimbing Program Tahfidz Assaadah. Pembimbing adalah seorang Hafidz Al Qur’an 30 Juz yakni Ustadz Muhibat Syukri Al Bantaniyah. Pada momentum itu dapat disaksikan betapa orang tua tersebut bangga terhadap anaknya dan merasa terharu bahkan ada yang meneteskan air matanya.  

***

Tim Jurnalistik Santri Assaadah berkesempatan untuk melakukan wawancara dengan  Ketua Paniti sekaligus Kepala SMP Plus Assaadah yaitu Ustadz Iman Wahyudi, M.Kom. mengatakan bahwa: “Pertama-tama yang diselenggarakan dalam acara tersebut adalah seperti Tari Sa’bat, Volk Song dan Puisi, Marawis, Rampak Bedug, Gamelan dan penampilan para anggota Tahfidz Al-Qur’an yang diikuti oleh santriwan dan santriwati. Terlaksananya acara ini untuk mengapresiasi para santri yang berprestasi dan juga melihat sejauh-mana kemampuan yang dimiliki santriwan-santriwati Pondok Pesantrren Modern Assaadah. Dan acara ini baru pertamakali diselenggarakan yang bertujuan untuk menjalin silaturahmi antara Wali Santri dan Pondok Pesantren Modern Assadah.”

Kemudian Tim Jurnalistik Santri Assaadah juga berkesempatan untuk memawancarai Bapak Dudi Suryadi asal Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten  Kakek dari salah-seorang santri di Pondok Pesantren Assaadah yang bernama Muhammad Juliansyah Akbar Kelas 2 Palestin. Bapak Dudi Suryadi berkata  “Saya di sini untuk menghadiri acara cucu saya yang bernama Muhammad Juliansyah Akbar dalam rangka Pembagian Hasil Evaluasi Mid Term. Jika cucu saya berprestasi sebagai Kakeknya saya bangga sekali bila cucu saya mendapatkan prestasi. Semoga cucu saya di sini dilancarkan dalam segala urusannya. Saya melihat acara tersebut sangat mengesankan serta bermanfaat sekali. harapan saya semoga cucu saya menjadi anak yang sholeh, berbakti kepada orang tua serta agama dan semoga berbakti kepada Pondok Pesantren Modern Assaadah kelak dikemudian hari.”

Tanggapan terakhir yang diterima oleh Tim Jurnalistik Santri Assaadah diperoleh dari dua orang santriwan/i. Pertama, hasil tanggapan dari seorang santri yang bernama Ajmi Ni’amala (13) Kelas 2 Palestin yang berasal dari Kecamatan Keramat Watu. Ajmi berkata: “Saya merasa senang ketika mendapatkan Juara II nilai akademik tertinggi di tingkat SMP di Pondok Pesantren Modern Assaadah. Harapan saya ingin membanggakan kedua orang tua saya, namun saya tidak mengharapkan juara dari pengumuman tersebut dan saya pun terkejut pada saat pengumuman itu nama saya dipanggil. Alhamdullilah saya mendapatkan juara dan akhirnya saya  bisa membuat orang tua saya senang. Pada saat itu orang tua saya memberikan saya amanat ‘Jagalah prestasi yang telah kamu dapatkan dan tingkatkan lagi prestasimu’” tuturnya.

Kedua, hasil tanggapan dari santriwati yang bernama Agis Aulia Putri (12) Kelas 1 Mekah yang berasal dari Keragilan. Agi berkata bahwa “Perasaan saya sangat senang karena mendapatkan Juara III nilai akademik tertinggi tingkat SMP di Pondok Pesantren Modern Assaadah. rasanya saya ingin meneteskan airmata ketika saya nama saya disebut tetapi sayangnya saya tidak bisa mengungkapkan kata-kata yang akan diucapkan. Saya tidak menyangka saya mendapatkan juara. Harapan orang tua saya saya bisa meningkatkan prestasi dan memberikan hasil yang memuaskan. Amanat dari orang tua saya: ‘Tingkatkan lagi prestasimu nak! Serta terus semangat, jangan pernah menyerah!”.

Hal yang harus diperhatikan oleh santriwan/i yang belum mendapatkan hasil yang baik agar belajar lebih giat lagi. Sementara yang telah mendapatkan nilai yang baik harus dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Karena tidak ada kesuksesan tanpa adanya perjuangan. Selain dari itu santriwan/santriwati diharapkan mampu menikmati proses belajar dan berkehidupan di pondok secara menyenangkan. (Diberitakan oleh Tim Jurnalistik Santri Assaadah. Muhamad Kamil, Muhammad Juliansyah Akbar, Faiz Fuady dan Tim Pembimbing ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *