Berita
Galang Adu Kreasi (GALAXI)

Galang Adu Kreasi (GALAXI)

AJANG SI PRAJA MUDA KARANA

LP-GALAKSI SCOUT SERIES

       

pencak_silat

Pendidikan adalah proses belajar mengajar untuk menggali dan menumbuhkembangkan segala bentuk potensi dan sumber daya  yang dimiliki oleh manusia dengan tujuan agar menjadi manusia paripurna yang handal dan mampu menjawab segala bentuk tantangan zaman dan tantangan hidup.

Demikian pula dengan penyelenggaraan pendidikan kepramukaan yang ada di Indonesia tak lepas dari mendidik generasi bangsa yang senantiasa dapat hidup mandiri, terampil dengan segala bentuk kreatifitas, bermental dan berbudi tinggi, berdasarkan kepada potensi dan sumber daya generasi muda yang adasehingga seorang pramuka dapat berguna bagi masyarakat, negara, bangsa dan agama.

Demi mewujudkan tujuan pendidikan secara umum dan tujuan gerakan pramuka Indonesia secara khusus, perlu adanya peningkatan mutu dari seluruh aspek yang dapat mempengaruhinya. Salah satu aspek tersebut adalah menyediakan ruang kompetisi bagi peserta didik agar dapat dijadikan sebagai suatu kegiatan kompetitif yang menarik dan sesuai dengan pengembangan mental dan fisiknya.

Lomba Perkemahan Galang Adu Kreasi (LP-GALAKSI), merupakan perkemahan bagi pramuka penggalang dan penegak terdiri dari kegiatan-kegiatan menarik dan sekaligus mendidik untuk berkompetisi dalam memacu prestasi terbaiknya.

Lomba Perkemahan Galang Adu Kreasi (LP-GALAKSI) adalah perkemahan Pramuka yang sehat, menyenangkan, mengesankan, nyaman, sopan, bersih, teratur, dan tertib serta membuat penghuninya dan pengunjung merasa aman.

Lomba Perkemahan Galang Adu Kreasi (LP-GALAKSI) adalah perkemahan Pramuka tempat membina dan mengembangkan sikap dan perilaku yang berlandasan Kode Kehormatan Pramuka, persaudaraan,  persahabatan, persatuan, disiplin dan kreatif.

 

LP-Galaksi   yang rutin dilaksanakan tiap tahunnya, hadir dengan series yang berbeda. Tahun ini merupakan tahun ke-5  dengan mengangkat “Scout Series” yang bertemakan “Indonesian Culture” konon series tahun ini 5 kali lipat lebih sulit dari pada tahun-tahun sebelumnya, ucap Mabikori, kak Dwi Saputro kepada panitia.

Ajang besar se-prov Banten ini dilaksanakan pada tanggal 03-06 november 2012 untuk LP-Galaksi putra dan tanggal 10-14 november 2012 untuk LP-Galaksi putri. Tema “Indonesian Culture” sengaja diambil dengan harapan dapat menjadikan adika-adika pramuka sebagai manusia tunas kelapa yang berkompeten melestarikan ragam budaya bangsa. Mengingat kegiatan ini bertepatan dengan hari pahlawan (10 November). Semangat seorang pramuka harus seperti kesemangatan para pejuang dalam merebut kemerdekaan sekilas motivasi  kak Rahmawati sebagai Pembina upacara pembukaan LP-Galaksi, beliau membuka acara kegiatan tersebut dengan menyematkan ID-Card kepada 2 orang peserta LP-Galaksi tiap satuan.

Kegiatan ini dimeriahkan oleh 11 kontingen satuan penggalang terdiri atas 9 kontingen luar dan 2 kontingen dalam. Untuk satuan penegak hadir 10 kontingen, terdiri dari 8 kontingen luar dan 2 kontingen dalam. Uniknya dalam perlombaan kali ini diadakan pelarangan untuk menyebutkan nama pondok pesantren dari tiap – tiap peserta setiap perlombaan. Mereka hanya boleh menyebutkan nomor kavling yang telah ditentukan panitia.

Perlombaan demi perlombaan dilewati dengan penuh semangat. Tiap-tiap kontingen memiliki yel-yel kebanggan mereka yang sangat seru dan menarik. Suara riang mereka menghiasi ajang ini.

Perlombaan pertama adalah pendirian tenda, mereka mendirikan tenda dengan tema rumah adat khas Indonesia. Unik sekali, setiap kontingen mendirikan tenda dan menghiasinya sesuai dengan rumah adat  pilihan mereka. Ada rumah adat padang, Banten, papua, Batak, Sumatra dan lain sebagainya. Sehingga siapapun yang memasuki Buper (Bumi Perkemahan) merasa menjelajahi Indonesia. Karena LP-Galaksi kali ini berseries “Scout Series”, peserta ditantang menjawab soal-soal beberapa mata lomba seperti serba-serbi Indonesia, survival, miss scoultur, yang dimana 50% dari soal-soal tersebut menggunakan sandi bahkan panitia mengintruksikan tema beberapa perlombaan seperti melukis, lukis balik kaca, kaligrafi, karikatur menggunakan semaphore dan morse. Benar-benar terasa “Scout Series”-nya.

Pemenang tiap-tiap perlombaan diumumkan setiap hari pada apel pagi setelah senam pagi. Suasana riang terlukis di raut wajah  para pemenang yang mendapatkan wimple penghargaan.

Hari demi hari terlewati, sampai pada malam puncak  acara, yaitu malam api unggun, nyala terang api dari tumpukan kayu itu menghangatkan suasana. Kembang api yang menyala menghiasi malam gulita hingga berwarna. Semuanya melengkapi kenyamanan pertunjukan seni dari beberapa kontingen yang lulus seleksi. Hingga usai pertunjukan adika-adika menikmati suasana malam terakhir di Assa’adah dengan yel-yelan  dan bernyanyi  bersama.

Jihad kakak  panitia terbalaskan ketika melihat kebahagiaan dan kepuasan para pemenang. Untuk yang belum beruntung masih berkesempatan pada LP-Galaksi tahun depan. Good Job.,,

0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share